Hutan Bunuh Diri Aokigahara

jepang, kisah tragis, situs bersejarah dunia

Hutan ini memiliki aturan ‘Jangan masuk sendirian!’. Apakah karena makhluk berbahaya yang berdiam di dalam? Mengintai dari antara lebatnya pohon? Atau roh tak tenang penuh dengki? Peraturan itu dibuat justru untuk melindungi pengunjung dari dirinya sendiri. Sebab hutan Aokigahara juga dikenal sebagai ‘Hutan Bunuh Diri’, dengan rata-rata 54 kasus bunuh diri per tahun.

(Beberapa gambar di artikel ini berisi foto jenasah pelaku bunuh diri)

Hutan Aokigahara berlokasi di Barat Laut gunung Fuji Jepang. Aokigahari juga berarti Lautan Pohon, gambaran yang tepat bagi hutan lebat yang berisi pepohonan lebat berumur ratusan tahun; subur berkat tanah vulkaniknya. Tanahnya mengandung banyak bijih besi, seringkali mengganggu sinyal komunikasi termasuk GPS, sehingga setiap orang yang masuk perlu menandai pepohonan agar dapat keluar. Karena merupakah daerah dengan tanah vulkanik, banyak terdapat gua-gua bawah tanah yang meliuk di dalamnya; suatu hal yang menarik banyak wisatawan ke tempat ini.

Banyak yang meyakini bahwa tingginya kasus bunuh diri di tempat ini diakibatkan hal yang bersidat mistis. Salah satunya adalah akibat tempat ini dipenuhi roh-roh gentayangan (yurei) yang tak pernah lelah memburu jiwa-jiwa baru untuk menemani malam-malam mereka yang selalu penuh kesepian. Ditambah lagi dengan adanya kepercayaan bahwa kebiasaan ubasute (semacam eutanasia di mana anggota keluarga yang terlalu tua ditinggalkan sendiri di hutan agar mengurangi beban keluarga) pernah dipraktikkan di tempat ini.

Jepang sendiri adalah salah satu negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia (ke 17, dengan Guyana di peringkat satu dan Korea Selatan di peringkat dua), di Januari 2009 tercatat 2,645 kasus bunuh diri sejak 2008. Di hutan Aokigahara sendiri, pada tahun 2003 saja ditemukan 103 mayat di hutan itu dan 54 kasus di 2010. Kenyataannya, akibat tingginya tingkat bunuh diri di hutan ini, sejak tahun 2003 pemerintah telah menutupi jumlah sebenarnya kasus bunuh diri. Angka di atas diambil dari data relawan.

aokigahara 6

Sebuah pesan dari seorang korban: ‘Aku datang ke sini karena tak pernah ada kejadihan bagus pernah terjadi dalam hidupku’

Tingginya tingkat bunuh diri di hutan itu membuat pemerintah setempat memasang banyak papan berisi motivasi-motivasi, seperti ‘Ingatlah anak dan keluargamu’ atau ‘Hidupmu adalah pemberian berharga dari orang tuamu’. Selain itu dibentuk juga tim patroli khusus yang bertujuan untuk menemukan orang yang masuk sendirian di dalam hutan dan membujuknya untuk membatalkan niatnya untuk bunuh diri (wisatawan biasanya tidak datang sendirian). Ada juga tim-tim relawan yang menjelajahi hutan bukan khusus untuk mencegah orang yang ingin bunuh diri, namun untuk mengumpulkan mayat-mayat pelaku bunuh diri. Akibat lebatnya hutan dan permukaan tanah yang tidak rata (banyak terdapat cekukan vulkanik) sering kali ditemukan mayat yang telah lama membusuk bahkan hingga hanya tulang belulang yang terpisah.

Di lantai hutan seringkali ditemukan barang-barang yang terasa aneh keberadaannya, di antara jalinan akar pohon dan lumut-lumut lembap, seperti setumpuk foto dalam amplop, sehelai kertas dengan lirik lagu, hingga barisan sepatu yang ditinggalkan begitu saja.

Banyak film maupun novel yang diangkat dari kisah hutan ini, seperti novel Jepang populer berjudul Kuroi Jukai dan sebuah film horor barat berjudul the Forest. Lihat trailer film ini di sini.

Wisatawan yang masuk ke sana amat disarankan untuk tetap mengikuti jalan setapak yang telah ada. Selain karena adanya kemungkinan tersesat, juga agar wisatawan tak perlu melihat sisa jenasah yang telah rusak yang belum ditemukan. Internet menyimpan banyak gambar-gambar tak menyenangkan yang berisi sisa-sisa jenasah pelaku bunuh diri dari hutan Aokigahara.

Sumber: wikipedia, mentalfloss
-+-+-+-

Senang cerita seram? Cek kisah Nona Suwanda yang lain:

Legenda tragis di balik lagu Nina Bobo

Kisah nyata yang menjadi inspirasi film animasi the Corpse Bride

Rosalia Lombardo, ‘putri tidur’ paling awet

Simak juga kisah sejarah:

Tebing bunuh diri di Saipan Jepang

Kisah pilot bunuh diri Kamikaze di perang dunia 2

Pasangan kriminal paling dramatis, Bonnie dan Clyde

Lihat cerita lainnya di : Menu Nona Suwanda

Senang busana vintage? Lihat koleksi kami di Valoli Lolita Shop

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s