Ratu Mayat; Ines de Castro

kerajaan, kisah tragis, perang, sejarah, tokoh sejarah

Ratu Mayat, Ines de Castro

     Dikatakan bahwa sebuah pertemuan dengan wanita istimewa dapat membawa perubahan besar pada seorang pria. Begitu juga dengan perpisahan dari wanita tersebut. Seberapa besarkah perubahan seseorang akibat sebuah perpisahan? Kehidupan Pedro I dari Portugal mungkin dapat memberi sedikit gambaran mengenai itu.

     Pada abad ke 14 di Portugal, putra mahkota monarki Portugal adalah Pedro I. Untuk menguatkan hubungan politik dengan sesama bangsawan berkuasa, ayahnya, sang Raja Alfonso menikahkan Pedro dengan Constanza, cucu dari Raja Sisilia (Italia). Putri Constanza disertai beberapa orang dayang, salah satunya adalah Ines de Castro yang jelita dan berdarah biru. Pedro dan Ines segera jatuh cinta dan menjalin hubungan, sekalipun secara resmi Pedro menikah dengan Constanza. Meski hal itu ditentang oleh ayahnya, Pedro tetap mempertahankan hubungannya dengan Ines. Skandal perselingkuhan Pedro dan Ines membuat Raja Alfonso mengasingkannya dari kerajaan, namun itu tidak menghentikan Pedro dan dia tetap mengunjungi Ines.

     Lima tahun setelah pernikahannya, Constanza meninggal. Raja Alfonso lalu menawarkan beberapa tuan putri pada Pedro untuk dijadikan istri keduanya, namun semuanya ditolak Pedro dan sebaliknya, Raja Alfonso juga menolak permintaan Pedro untuk menikahi Ines secara resmi. Pedro justru terang-terangan membawa Ines kembali dari pengasingan dan tinggal bersama dengannya. Raja juga melihat bahwa Pedro mulai memberi kekuasaan pada saudara-saudara Ines, yang memang berasal dari keluarga bangsawan Castillian, yang saat itu adalah musuh dari sekutu Raja Alfonso. Raja Alfonso yang takut bahwa sang putra mahkota telah dipengaruhi Ines lalu mengutus tiga orang pembunuh untuk menghabisi Ines. Tragisnya, Ines dibunuh di depan salah seorang anaknya yang masih kecil. Ines tewas setelah menjalin hubungan 15 tahun dengan Pedro I.

pedro ines 9

gambaran pembunuhan atas Ines

     Pedro yang murka akibat kehilangan wanita yang dicintainya lalu mengumpulkan pasukan dan memberontak. Sang Raja mengalahkan putranya dalam satu tahun, namun setahun kemudian sang Raja meninggal dan Pedro menduduki tahta menggantikan ayahnya. Kemudian dia memulai pembalasan dendam yang menganugerahinya julukan “sang Adil” dan “sang Kejam”. Pedro menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan Ines dan menghukum mereka dengan kejam. Dirumorkan dia sendiri yang mencabik jantung dari badan mereka hidup-hidup. Dikatakannya agar mereka merasakan sendiri rasa sakit luar biasa kehilangan jantung hati mereka seperti halnya Pedro kehilangan Ines.

     Setelah itu Pedro lalu mengangkat Ines menjadi ratu. Dia memerintahkan orang untuk menggali mayat Ines, mendandaninya sesuai dandanan seorang ratu dan mendudukkannya di tahta. Pedro lalu memerintahkan anak buahnya untuk memberi hormat pada Ines dan bergantian mencium tangan sang Ratu. Raja Pedro juga memerintahkan pembangunan dua makam di biara kerajaan, satu untuknya nanti, dan satu untuk Ines, agar mereka dapat bertemu lagi saat Masa Penghakiman. Makam mereka saling berhadapan dengan kata-kata “Até o fim do mundo…” terukir di batu pualam makam mereka, yang berarti “Hingga dunia berakhir…”

     Kisah Pedro dan Ines menjadi inspirasi berbagai macam karya seni, sastra dan pertunjukkan, seperti drama seri Pedro e Inês atau film Ines d Castro. Bahkan, muncul sebuah ungkapan yang umum digunakan hingga hari ini; “Agora é tarde; Inês é morta”, yang berarti “Sudah terlambat, Ines sudah mati”

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Peter_I_of_Portugal, http://www.theroyalarticles.com/articles/71/1/Ines-de-Castro-The-Queen-Who-Was-Crowned-After-Death/Page1.html

Lihat juga; Rosalia Lombardo; mayat tercantik di muka bumi
atau Pengantin Mayat Pascualita
Lihat lebih banyak artikel Nona Suwanda di Menu Nona Suwanda.
Senang fashion vintage? Kunjungi toko kami Valoli Lolita Fashion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s