Pasukan Pasti Mati: Kamikaze

jepang, kisah tragis, sejarah

Definisi misi yang sukses bagi setiap pasukan tentu adalah untuk pulang dengan kemenangan. Tidak demikian bagi pasukan Kamikaze Jepang. Misi yang sukses berarti mati. Pilot-pilot pilihan yang masih muda ini telah dilatih untuk memberikan jiwa dan raga untuk kekaisaran Jepang pada perang dunia kedua, lanjutan dari kode Bushido para samurai; loyalitas dan kehormatan hingga kematian tiba.

Kamikaze adalah pasukan udara Jepang yang dibentuk pada akhir perang dunia kedua dengan misi bunuh diri bersama musuh. Pesawat-pesawat unit Kamikaze mengincar pesawat terbang musuh yang sulit dijatuhkan dan kapal laut-kapal laut induk mereka. Saat itu pasukan udara Jepang berada dalam kondisi terjepit dan tak jarang pesawat konvensional pun diubah menjadi pesawat kamikaze dengan menambahkan peledak di dalamnya dan bahan bakar untuk memaksimalkan efek ledakan saat pesawat-pesawat tersebut menabrak targetnya.

Kapal Louisville milik Amerika Serikat ketika diserang beberap pesawat Kamikaze

Kapal Louisville milik Amerika Serikat ketika diserang beberap pesawat Kamikaze

Berbeda dengan para teroris dengan bom bunuh diri mereka, pasukan Kamikaze dibuat untuk melindungi, bukannya untuk menyerang musuh. Misi pasukan Kamikaze dimulai pada Oktober 1944, ketika daratan Jepang dalam keadaan terdesak oleh pasukan angkatan laut Amerika Serikat. Pesawat pesawat Kamikaze dikirimkan saat pasukan musuh mulai menyerang titik vital seperti kota dengan penduduk sipil di dalamnya. Para pilot Kamikaze bersedia mati karena mereka tahu bahwa kesuksesan misi mereka (yang berarti kematian mereka) berarti selamatnya nyawa banyak orang.

Kapal induk milik Inggris, Formidable, sesaat setelah serangan pesawat kamikaze

Kapal induk milik Inggris, Formidable, sesaat setelah serangan pesawat kamikaze

Bahkan sebelum pasukan Kamikaze dibentuk, sejumlah pilot diketahui telah mengambil inisiatif untuk serangan bunuh diri, baik di pihak Jepang maupun pihak Aliansi. Pada serangan Jepang ke Pearl Harbour di Desember 1941, seorang Letnan Satu bernama Fusata Iida tercatat menabrakkan pesawatnya yang telah tertembak ke arah Stasiun Kanoehe. Sebelum dia lepas landas, Iida telah memberitahu rekan-rekannya bahwa jika pesawatnya mengalami kerusahan parah, dia akan melakukan serangan bunuh diri kepada terget yang pantas.

Pada pembentukannya, sebuah grup berisi 23 orang pilot muda berbakat ditanyai, apakah mereka mau bergabung dengan pasukan penyerangan spesial ini dengan mengorbankan nyawa mereka. Kesemua pilot muda itu mengangkat kedua tangan mereka. Sang Letnan, pemimpin mereka, sekalipun juga bergabung, memberi komentar; “Masa depan Jepang sudah suram, jika kita sampai mengorbankan pilot-pilot terbaik kita.”

Kopral Yukio Araki (yang memeluk anak anjing) meninggal keesokan hari setelah foto ini diambil dalam misi kamikaze. Saat itu dia baru berusia 17 tahun

Kopral Yukio Araki (yang memeluk anak anjing) meninggal keesokan hari setelah foto ini diambil dalam misi kamikaze. Saat itu dia baru berusia 17 tahun

Pesawat-pesawat untuk pasukan Kamikaze dirancang khusus untuk menghancurkan target. Di bagian moncong pesawat dan sayap telah dipasangkan detonator ledak yang akan bereaksi pada kontak langsung apapun. Pesawat mereka tidak dirancang untuk mendarat. Setiap pilot Kamikaze, seperti juga pilot unit lain yang terbang di daerah tak bersahabat, diberikan sepucuk pistol untuk mengakhiri hidup mereka jika mereka beresiko tertangkap oleh musuh. Para pilot Kamikaze tidak diharapkan untuk kembali. Beberapa dari sedikit pilot Kamikaze yang bertahan hidup biasanya mengalami kerusakan akibat tembakan musuh terlebih dahulu sebelum akhirnya terjun ke laut. Selain itu, tidak seperti pilot-pilot pasukan lain, pilot pasukan Kamikaze tidak memiliki parasut, sebab seperti yang telah dikatakan sebelumnya, para pilot Kamikaze tidak diharapkan untuk kembali.

Pilot-pilot diantarkan menuju misi mereka dengan upacara khusus dengan pembacaan puisi yang dahulu dibaca para samurai sebelum melakukan harakiri (tradisi bunuh diri dengan memotong perut demi kehormatan). Penduduk pulau Kikaishima mengklaim bahwa pilot-pilot pasukan Kamikaze menghamburkan bunga dari pesawat mereka sebagai salam perpisahan. Dikatakan juga bahwa pilot-pilot muda Kamikaze biasa terbang ke arah Tenggara Jepang sebelum berangkat ke arah target. Mereka melakukan ini agar bisa memberi hormat kepada gunung Kaimon, lambang perpisahan mereka dengan tanah air mereka.

Banyak sumber menyatakan jumlah yang berbeda mengenai total kerugian pada Aliansi yang diakibatkan pasukan Kamikaze. Menurut sebuah media propaganda Jepang pada jaman perang, pasukan Kamikaze yang menyebabkan 80% kerugian dari pihak Amerika Serikat pada fase perang Pasifik dan menenggelamkan 81 kapal perang. Kenyataannya, banyak pesawat kamikaze yang tertembak sebelum mencapai target.

Kamikaze berhasil mengkaramkan 47 kapal perang pasukan Aliansi, membunuh 4,900 pelaut dan melukai lebih dari 4,800 lainnya. Kapal-kapal Amerika dengan dek yang terbuat dari kayu mengalami banyak kerugian, tidak seperti kapal-kapal Inggris dengan landasan dari baja.
Saking gencarnya serangan-serangan kamikaze, sebuah kapal penyerang bahkan dikatakan sampai-sampai membuat tanda panah besar berwarna merah dengan tulisan; ‘Kapal induk di arah sana’ agar terhindar dari serangan pasukan Kamikaze, dengan pertimbangan pasukan Kamikaze akan memilih untuk menukar hidup mereka dengan kehancuran target yang lebih pantas.

Selama perang dunia kedua 3,860 pilot Kamikaze tewas dan hanya 19 % yang berhasil menyerang sebuah kapal laut.

Gadis-gadis sekolah melambaikan bunga-bunga sakura sebagai salam perpisahan dengan pesawat-pesawat kamikaze

Gadis-gadis sekolah melambaikan bunga-bunga sakura sebagai salam perpisahan dengan pesawat-pesawat kamikaze

Sumber: wikipedia, war history online

Cerita sejarah lainnya: Pembantaian Hari St. Valentine
Sejarah kelam di balik animasi Pengantin Mayat (the Corpse Bride)

Baca juga:

Kisah Lagu Nina BoboRosalia Lombardo, putri tidur abadi

Lihat cerita lainnya di daftar artikel

Lihat Galeri

Senang fashion vintage atau lolita? Cek toko kami Valoli Shop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s