Legenda Tragis Lagu Nina Bobo

kisah tragis, lagu, mitos

Lagu Pengantar Tidur Populer

Siapa anak Indonesia yang tidak tahu lagu pengantar tidur Nino Bobo? Hampir semua ibu yang ada di Indonesia pernah menyanyikan lagu legendaris itu pada anaknya. Saya sendiri sebagai seorang kakak telah menyanyikan lagu itu puluhan kali buat adik saya saat dia masih kecil.

Lagu Nina Bobo Nina Bobo telah populer di Indonesia bahkan sejak jaman penjajahan Belanda dan tersebar ke berbagai daerah di Indonesia,bahkan hingga dijadikan sebuah kata kerja ‘meninabobokan’ yang artinya untuk menemani seseorang hingga tertidur. Di bawah ini adalah salah satu versi lirik lagu Nina Bobo yang populer;

     Nina bobo oh nina bobo

     kalau tidak bobo digigit nyamuk.

     Marilah bobo oh nona manis,

     kalau tidak bobo digigit nyamuk

Anneke Gronloh, seorang penyanyi keturunan Indonesia-Belanda pernah menyanyikan lagu Nina Bobo dengan aliran musik keroncong pada tahun 1960-an. Lagu yang dinyanyikannya dapat didengar di sini.

Anneke Gronloh, seorang penyanyi yang populer pada 1960-an di Indonesia, Singapura dan Brunai Darussalam

Anneke Gronloh, seorang penyanyi yang populer pada 1960-an di Indonesia, Singapura dan Brunai Darussalam

Kisah Tragis Lagu Nina Bobo

Di balik lagu yang lembut ini rupanya tersimpan cerita yang tragis. Walaupun masih merupakan urban legend, cerita ini dipercaya merupakan latar belakang diciptakannya lagu Nina Bobo.

Pada tahun 1871, lahirlah seorang anak perempuan bernama Helenina Mustika van Rodjnik. Ibunya adalah seorang penari asal tanah Jawa bernama Mustika, sementara ayahnya adalah seorang kapten asal Belanda, Van Rodjnik.

Sedari kecil, Helenina selalu sulit tidur, dan satu-satunya cara agar dia bisa tertidur adalah dengan disenandungkan lagu pengantar tidur yang dikarang sendiri oleh ibunya. Hal itu terus terjadi sehingga suatu kali Kapten van Rodjnik menyarankan agar istrinya itu membuatkan lirik untuk senandung yang telah ia ciptakan. Mustika lalu menciptakan lagu Nina Bobo yang dia buat khusus untuk putrinya Helenina.

Pada tahun 1878 Helenina meninggal karena sakit yang ia derita sejak beberapa tahun sebelumnya. Helenina masih berusia 7 tahun ketika dia meninggal. Kematian Helenina mematahkan hati ibunya. Sejak kematian putrinya, Mustika seringkali mengaku bahwa dia mendengar suara anak-anak yang menangis, yang hanya bisa berhenti jika dia menyanyikan lagu Nina Bobo. Orang-orang di sekitarnya, termasuk suaminya, van Rodjnik, memaklumi sikapnya sebagai seorang ibu yang telah kehilangan anak. Mustika sering menyanyikan lagu Nina Bobo di malam hari, malam demi malam, hingga kematiannya pada tahun 1929.

Setelah ditinggalkan juga oleh istrinya, konon Kapten van Rodjnik juga mulai mendengar suara tangis anak-anak yang katanya didengar almarhumah istrinya. Sang Kapten mengabaikan pendengarannya setiap kali hingga suatu malam dia terbangun dan melihat seorang gadis kecil di sisi tempat tidurnya. Gadis itu memanggilnya ‘papa’ dan memintanya untuk menyanyikan lagu Nina Bobo.

Sejak saat itu Kapten van Rodjnik mengikuti jejak almarhumah istrinya dan menyanyikan lagu Nina Bobo tiap kali dia mendengar suara tangis anak-anak hingga saat kematiannya. Lagu itu kemudian ditiru oleh orang-orang di sekitarnya. Pelan-pelan, lagu Nina Bobo menjadi semakin populer seperti sekarang ini.

Saat itu, orang-orang yang menyanyikan lagu Nina Bobo percaya, bahwa jika seorang anak dinyanyikan lagu Nina Bobo, setelah dia tertidur dan ditinggal sendirian di kamarnya, roh Helenina akan hadir dan menemani sang anak serta menjaganya tetap terlelap hingga pagi tiba.

Sumber: Sindonews, Wikipedia

Jika Helenina menemani anak-anak tetap terlelap hingga pagi, temui Rosalia Lombardo, gadis yang terlelap abadi.

Atau La Pascualita, manekin yang gosipnya dibuat dari jenasah sang putri terkasih.

Lagu Nina Bobo mengancam anak-anak untuk tidur, jika tidak, nyamuk akan menggigit mereka. Lagu Tili Tili Bom asal Rusia mengancam mereka dengan makhluk tak bernama yang menyelinap mencari mereka yang tak dapat tidur.

Nikmati kisah lainnya di sini. Atau Lihat Galeri di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s