Pertolongan dari Musuh

perang, sejarah, situs bersejarah dunia, tokoh sejarah, vintage

     Dalam film-film keluaran Holywood mengenai perang dunia kedua, umumnya pasukan Jerman tampil sebagai karakter jahat yang bengis dan tak berhati, terlebih lagi pasukan khusus SS (Schutzstaffel), yang ironisnya berarti ‘pasukan pelindung’. Tapi tak selamanya musuh itu jahat. Berikut adalah beberapa kisah ‘Orang Samaria yang Baik Hati’.


Tanpa menampik banyaknya kejahatan perang yang pernah dilakukan oleh pihak Jerman, tercatat sejumlah kejadian heroik yang dilakukan oleh tentara Jerman. Beberapa orang tentara Jerman diberitakan dimutasi dan diturunkan pangkatnya akibat menolak mengeksekusi para partisan dan warga sipil. Mereka memilih dipindahtugaskan daripada harus mengambil nyawa dengan sia-sia. Salah satu yang lebih terkenal adalah Wilm Hosenfeld, seorang kapten yang menyelamatkan seorang pianis terkenal yang seorang Yahudi, ada juga seorang petugas SS yang jatuh cinta pada seorang tahanan Yahudi, dan masih banyak lagi. Tiga di antaranya adalah di bawah ini:

  1. Kejadian Charlie Brown dan Franz Stigler

     Charlie Brown adalah seorang pilot angkatan udara Amerika Serikat pada perang dunia kedua. Dalam sebuah misi suatu hari di Desember 1943, pesawatnya yang berisikan 10 orang kru tertembak dan mengalami kerusakan. Seorang awak meninggal dan tiga lainnya terluka termasuk Brown.
Pesawat mereka lalu disadari oleh para tentara Jerman. Seorang di antara, Franz Stigler lalu menerbangkan pesawatnya untuk menjatuhkan pesawat Brown. Saat itu Stigler hanya memerlukan sebuah kemenangan lagi untuk meraih penghargaan Knight’s Cross (Stigler telah mengumpulkan 22 kemenangan). Namun dengan segera Stigler menyadari keadaan awak pesawat Brown yang dalam keadaan luka-luka dan tak mampu berperang.

charlie and franz 2

charlie and franz

Stigler, kiri

     Saat itu Stigler segera teringat sebuah perintah dari atasannya, Gustav Rodel, saat perang di Afrika Utara; ‘Kalian adalah pilot pesawat tempur, selamanya. Jika aku sampai mendengar salah satu di antara kalian menembak seseorang dalam parasut, aku sendiri yang akan menembakmu.’ Bagi Stigler saat itu, Brown dan awaknya sama tak berdaya dengan seorang tentara yang terjun dengan parasutnya. Stigler tak sampai hati menjatuhkan pesawat itu.

     Stigler berusaha menyarankan Brown dan awaknya untuk mendarat dan menyerah, atau pergi ke daerah Swedia yang netral, namun Brown dan awaknya tak dapat mengerti maksud Stigler dan mereka terus terbang.

     Stigler lalu terbang dengan formasi khusus sehingga unit anti serangan udara Jerman tak dapat menyerang Brown. Setelah mencapai perairan terbuka, Stigler lalu meninggalkan Brown dan memberikan sebuah hormat.

     Setelah tiba di pangkalannya di Inggris, Brown melapor pada atasannya bahwa ada seorang pilot Jerman yang membiarkannya hidup. Atasan Brown lalu memerintahkannya untuk tidak mengatakan hal itu pada siapapun, agar tidak muncul pencitraan yang positif terhadap pihak Jerman. Stigler sendiri tak pernah menceritakan itu pada siapapun, sebab seorang pilot Jerman yang diketahui membiarkan musuh beresiko dieksekusi.

     40 tahun kemudian Charlie Brown menulis surat pada asosiasi pilot tempur untuk mencari pilot Jerman yang telah membiarkannya hidup. Dari situlah Stigler dan Brown dapat berkomunikasi dan mengingat keduanya saat itu tinggal di Kanada, mereka berdua menjadi sahabat karib dari tahun 1990 hingga 2008. Mereka meninggal selang beberapa bulan di tahun 2008.  Mereka bertemu sebagai musuh dan berakhir sebagai sahabat.

  1. Tentara tak bernama di pembantaian St. Anna

     Di sebuah desa perbukitan di Italia pada Agustus 1944, pasukan SS membantai seisi desa akibat kecurigaan adanya kontak warga dengan partisan Italia. Kegiatan partisan ini telah banyak menimbulkan kerugian terhadap pasukan Jerman saat itu, sehingga muncul kemarahan umum dalam pasukan Jerman terhadap para partisan dan orang-orang yang membantu mereka.

     Enio Mancini masih berusia 6 tahun saat itu. Dia dan keluarganya dipaksa berkumpul di depan gereja untuk dieksekusi masal. Banyak tentara SS lainnya lebih memilih untuk membantai warga desa tanpa repot-repot mengumpulkan mereka di satu tempat. 30 orang warga desa dilaporkan dikumpulkan di sebuah gudang sebelum seorang tentara SS melemparkan granat ke dalam gudang itu; menghabisi seluruh penghuninya.

       Dalam perjalanan menuju gereja, sembilan dari sepuluh tentara SS memisahkan diri dari kelompok Enio untuk mengumpulkan warga lainnya. Seorang yang tertinggal, seorang tentara SS yang masih sangat muda, lalu memerintahkan Enio dan keluarganya untuk lari ke arah hutan. Saat mereka lari ke dalam hutan, tentara SS itu lalu menembakkan pelurunya secara membabibuta ke atas, untuk meyakinkan rekan-rekannya bahwa Enio dan keluarganya telah dihabisi dengan berondongan pelurunya.

st anna 9 enio mancini

Enio Mancini

st anna memorial

Monumen Peringatan Pembantaian St. Anna

     Enio dan keluarganya beruntung, sebab sekitar 140 orang meninggal dibantai berondongan peluru dari senapan mesin di depan gereja Sant’Anna. 107 di antaranya adalah anak-anak, dengan korban termuda masih berumur 20 hari. Total warga yang meninggal pada hari itu adalah 560 orang. Kejadian ini dikenal dengan nama Pembantaian Sant’Anna. Kisah Enio menjadi inspirasi bagi film Miracle at St. Anna.

  1. Friedrich Lengfeld

     Pada November 1944 dalam pertempuran hutan Hurtgen, Friedrich Lengfeld memimpin sebuah unit rifle Jerman. Pada pertempuran itu, tiap unit dari kedua belah pihak menderita banyak kerugian. Pagi hari pada tanggal 12, seorang tentara Amerika yang terluka terdengar berteriak meminta bantuan dari arah ladang ranjau yang memisahkan kedua unit yang saling berseteru. Unit Amerika rupanya telah mundur, sementara posisi tentara tersebut justru lebih dekat dengan unit Lengfeld.

     Lengfeld memerintahkan tentaranya untuk tidak menembak regu penyelamat Amerika yang datang menolong, namun tak seorang pun tiba. Suara tentara Amerika tersebut tetap terdengar hingga beberapa jam, sekalipun makin lama makin lemah. Sekitar pukul setengah sebelas pagi itu, Lengfeld tak kuasa mendengar panggilan minta tolong itu. Dia lalu membentuk sebuah tim penyelamat, lengkap dengan kemeja dan bendera palang merah dan memimpin mereka untuk menolong si tentara Amerika. Lengfeld tak berhasil menolongnya.

     Saat mendekati tentara Amerika itu, Lengfeld menginjak sebuah ranjau dan pecahannya masuk jauh ke dalam tubuhnya. Delapan jam kemudian dia meninggal. Nasib tentara Amerika itu tak diketahui.
Hingga kini, monument perunggu dan semen yang dibangun untuk mengenang Lengfeld dipercaya sebagai satu-satunya monumen yang dibangun orang Amerika di kuburan militer Jerman.

     Pagi itu, Lengfeld tidak mendengar suara minta tolong seorang musuh, atau seorang Amerika, atau seorang tentara. Yang dia dengar adalah suara minta tolong seorang manusia, dan dia dengan tulus menolong manusia itu sebagai seorang manusia juga.

     Perang menunjukkan sisi terburuk seseorang. Namun perang juga menunjukkan sisi terbaik seseorang. Sebab di malam-malam paling gelap lah cahaya bintang terlihat paling terang. Keberadaan kisah-kisah semacam ini menunjukkan bahwa manusia, tidak peduli paham apapun yang dianutnya, sebenarnya adalah makhluk yang mengasihi sesamanya. Karena orang samaria yang baik selalu ada di tiap jaman.

-+-+-+-+

Sumber: wikipedia, ww2incolor

Bagi yang tahu kisah sejarah semacam ini dapat menambahkan di kolom komentar. Terima kasih.

-+-+-+-+

Baca juga:

Pembantaian di San’t Anna

Cinta terlarang di kamp Auschwitz

Baca juga:

Kisah nyata di balik animasi the Corpse Bride

La Pascualita, manekin pengantin dari mayat?

Lihat cerita lainnya di Menu Nona Suwanda

Lihat koleksi foto Nona Suwanda di Galeri

Senang aksesori vintage atau lolita? Lihat toko kami di Valoli Lolita Fashion

3 thoughts on “Pertolongan dari Musuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s