Pembantaian St. Anna

film, kisah tragis, perang, sejarah, situs bersejarah dunia, tokoh sejarah

Kekejian para prajurit SS Nazi pada perang dunia ke-dua sudah banyak diketahui, namun pembantaian Sant’Anna adalah sebuah kejadian yang tak mudah dilupakan. Walau bagai titik kecil dari berbagai macam kejahatan yang terjadi di masa perang, pembantaian ini menunjukkan bahwa sekeji apa pun pasukan SS Nazi, masih ada malaikat di hati mereka.

Sant’Anna di Stazzema adalah sebuah desa kecil di Tuscany Italia, terdiri dari rumah-rumah yang tersebar di atas bukit dan sebuah gereja kecil di tengahnya. Sebagai sebuah desa yang terpencil, banyak penduduk dari tempat lain menjadikannya sebagai suaka dari perang yang bergejolak di dunia saat itu. Warga sipil Sant’Anna yang membenci perang sewajarnya memberikan dukungan terhadap grup-grup partisan.

st anna 6

Papan Tanda di Sant’Anna

Pagi hari pada 12 Agustus 1944, Divisi SS-Panzergranadier ke 16 Jerman masuk ke Sant’Anna di Stazzema. Dengan alasan untuk menangkap para partisan Italia, pasukan SS tersebut menyerbu warga, membantai mereka secara sistematis dalam pembantaian terburuk kedua Italia pada perang dunia ke dua. Mereka masuk dari rumah ke rumah dan menghabisi setiap warga yang mereka temukan, orang tua, perempuan dan anak-anak.

Italien, Rom, Kradschützen der Waffen-SS

Sebuah Divisi SS Panzergranadier ke 16 mengendarai motor di Roma – 1943

Pasukan SS memasukkan 30 orang ke dalam sebuah istal dan melemparkan granat tangan ke dalamnya. Evalina Berretti yang sedang hamil ditembak mati dan bayinya dibunuh terpisah. Warga lainnya dikumpulkan dalam kelompok-kelompok kecil dan diberondong senapan mesin. Mereka menusukkan bayonet pada warga yang masih bergerak.

Tentara SS tersebut lalu mengumpulkan sekitar 140 orang di depan gereja St. Anna. Bapa Innocenzo Lazzeri  memohon agar mereka mau mengampuni nyawa warga sipil. Pendeta itu lalu ditembak dari jarak dekat. Setelah itu 140-an warga Sant’Anna diberondong dengan senjata mesin. Setidaknya 107 orang anak-anak terbunuh, dengan Anna Pardini sebagai korban termuda, yaitu 20 hari. Selain itu juga terdapat 8 orang wanita hamil di antara korban meninggal.

st anna 7

Anak-anak dari keluarga Tucci yang terbunuh saat pembantaian Sant’Anna

Setelah memastikan semua warga di depan gereja telah terbunuh, tentara SS lalu mengeluarkan bangku-bangku gereja dan menyusunnya di sekitar jenasah warga. Bangku-bangku gereja tersebut mereka gunakan sebagai kayu bakar untuk membakar jenasah-jenasah warga.

st anna 5 the church

Gereja St. Anna

st anna 4 innocenzo

Bapa Innocenzo

st anna 2

Adegan saat Bapa Innocenzo dieksekusi di hadapan jemaatnya

Desa itu seluruhnya dibakar. Tak ada catatan pasti mengenai jumlah korban meninggal, namun secara umum dikatakan 560 orang meninggal saat itu. Semua itu terjadi dalam waktu 3 jam. Pasukan SS tersebut lalu duduk dan makan siang. Seorang di antara mereka bahkan dilaporkan memainkan harmonicanya.

Para sejarawan percaya bahwa kekejaman tentara SS saat itu diakibatkan oleh keterlibatan warga dengan gerakan para partisan. Beberapa percaya bahwa itu semua dilakukan semata-mata untuk meneror warga.

Pada bulan September di tahun yang sama, diadakan penyelidikan atas pembantaian Sant’Anna namun kesimpulan yang didapat saat itu adalah bahwa tentara SS Jerman telah memerintahkan warga untuk mengungsi dan tidak membantuk gerakan partisan, sekalipun tak dapat dipungkiri lagi anak-anak juga terbunuh.

st ann 8

Penguburan korban St. Anna – 1944

Bertahun-tahun setelah itu tak ada lagi diadakan penyelidikan mengenai kejahatan perang atas Italia oleh tentara Jerman. Banyak yang percaya Italia tidak melakukannya karena tidak ingin membongkar lagi keterlibatan Italia dalam masa fasisnya serta sikap Mussolini terhadap warga Yahudi. Kemudian pada tahun 1994, ditemukan hampir 700 laporan pembantaian di sebuah pengadilan militer di Roma. Lemari tempat laporan itu ditemukan dalam keadaan dihadapkan ke dinding.

Akhirnya, pada tahun 2012, ditetapkan 10 orang atas pembantaian Sant’Anna, delapan di antaranya masih hidup.

Walau artikel ini membuat pasukan SS terlihat keji, tidak semua anggota SS tak berhati. Enio Mancini saat itu masih berusia 6 tahun, bersama keluarganya dia digiring oleh sepuluh tentara SS bersenjata lengkap menuju gereja St. Anna, tak dapat dipungkiri lagi, untuk dibantai bersama warga lainnya. Di tengah perjalanan, sembilan tentara lain meninggalkan kelompok mereka untuk mengumpulkan warga yang lainnya.

Tentara muda yang mengawasinya dan keluarganya lalu memberikan perintah dalam bahasa Jerman. Sekalipun Enio tak mengerti bahasa Jerman, pesan dari bahasa tubuh tentara itu jelas sekali; ‘Pergi, selamatkan jiwa kalian!’. Enio dan keluarganya lalu berlari ke arah hutan. Saat mereka berlari, mereka mendengar rentetan tembakan senjata mesin. Takut kalau-kalau tentara tadi berusaha menembak mereka, Enio dan keluarganya melihat ke belakang dan mendapati tentara tadi menembaki daun-daun chestnut di atasnya; untuk meyakinkan tentara lainnya bahwa kelompok Enio telah dibantai.

Kini Enio adalah pemelihara sebuah museum yang mengenang korban pembantaian hari itu.

st anna memorial

Monumen Peringatan Pembantaian Sant’Anna di Stazzema

st anna 9 enio mancini

Nyawa Enio Mancini diselamatkan oleh seorang tentara SS Panzergranadier ke 16

Kisah Sant’Anna di Stazzema menginspirasi sebuah buku dengan judul Miracle at St. Anna dan diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama.

st anna 1

Perang memang keji, namun dari situ kita dapat melihat bahwa dalam kegelapan yang pekat sekalipun, selalu ada setitik cahaya menuju keselamatan.

+-+-+-+-+-+

Sumber: wikipediaa tuscany trilogy, hufftington post, vittimeinnocenti

+-+-+-+-+-+

Bunuh diri massal di Taipan Jepang saat perang Pasifik
Tentara Jerman membunuh suaminya, Mariya lalu membeli sebuah tank dan mengendarainya untuk membunuh tentara Jerman

Tak semua tentara Jerman jahat dan keji seperti di film-film holywood, cek artikel ini untuk melihat aksi heroik sang antagonis:
Pertolongan dari Musuh
Lihat juga: Max Wunsche, Prajurit SS Tamvan dan Pemberani

Kisah cinta terlarang antara petugas SS dan tawanan Yahudi di camp Auschwitz

Lihat kisah-kisah lainnya di Menu Nona Suwanda

Lihat koleksi foto di Galeri
Senang fashion vintage? Cek toko kami Valoli Lolita Fashion

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s