Sullivan Bersaudara

film, kisah tragis, lagu, perang, sejarah, tokoh sejarah, vintage

Dalam film Saving Private Ryan besutan Steven Spielberg, seorang tentara bernama Ryan dipulangkan dari medan perang karena kematian ketiga saudaranya dalam perang. Nyonya Sullivan tidak seberuntung itu, sebab kelima putranya –semua putranya meninggal dalam perang. Setelah itu dibuatlah Sole Survivor Policy, yang nantinya menyelamatkan Niland bersaudara (kisah Niland menginspirasi film Saving Private Ryan).

Saat Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, salah seorang di antara 2,400 orang Amerika yang meninggal adalah Bill Ball. Bill Ball adalah kekasih Genevieve Sullivan, satu-satunya saudara perempuan dari Sullivan bersaudara. Geram atas kehilangan yang diderita saudari tunggal mereka, George, Francis, Joseph, Madison dan Albert Sullivan lalu bersama-sama mendaftar di angkatan laut. Mereka berlima ditugaskan di kapal USS Juneau.

sullivan USS_Juneau_CL-52_0405202

Kapal USS Juneau

Suatu pagi di bulan November 1942 di pertempuran laut Guadalcanal, kapal USS Juneau terkena sebuah torpedo Jepang. USS Juneau lalu mundur ke garis pertahanan, malangnya, hari itu juga USS Juneau kembali tertembak torpedo Jepang dari kapal selam I-26. Tembakan tersebut membuat kapal USS Juneau meledak dan akhirnya tenggelam. Prajurit yang tersisa terkatung-katung di permukaan laut selama beberapa hari sebelum akhirnya dapat diselamatkan.

sullivan japanese submarine

Kapal Selam I-26 Jepang

Francis, Joseph dan Madison meninggal seketika akibat ledakan, sedangkan Albert tewas tenggelam keesokan harinya. George dan beberapa rekan USS Juneau  lainya berhasil bertahan selama beberapa meski diserang rasa lapar, rasa haus dan hiu. Sayangnya, setelah lima hari, George akhirnya menderita hiportemia dan menghilang tanpa jejak.

Setahun kemudian, pada Januari 1943, seorang Letnan, seorang dokter dan seorang Sersan datang mengunjungi Thomas Sullivan untuk memberitahu Thomas bahwa mereka membawa kabar tentang putra Thomas.

“Yang mana?” tanya Thomas saat itu.

“Maaf.” Kata si petugas, “Kelima-limanya.”

Sebuah percakapan yang tak asing lagi bagi penggemar Saving Private Ryan.

Sullivan bersaudara menjadi pahlawan nasional dengan hanya meninggalkan seorang saudari; Genevieve. Genevieve bergabung dengan WAVE, kesatuan khusus wanita untuk mendukung Amerika di masa perang. Pasangan Thomas dan Aletta Sullivan aktif dalam kampanye penjualan saham untuk mendukung pertempuran tentara Amerika Serikat.

sullivan genevieve

Genevieve Sullivan

Dua buah kapal perang Amerika dinamakan USS Sullivans untuk mengenang Sullivan bersaudara. Kedua kapal tersebut bermoto ‘Kami tetap bersama’. Presiden Amerika Serikat pada saait itu, Franklin Roosevelt, menulis sebuah surat tanda duka untuk pasangan Sullivan, sementara paus Pius XII mengirimkan sebuah medal perak dan sebuah rosario dengan pesan penghiburan. Sebuah film juga dibuat pada 1944 dan diberi judul the Fighting Sullivans.

sullivans uss sullivans 29 oct 1962

Salah satu kapal USS Sullivan

Sebuah band beraliran rock alternatif, Caroline’s Spine membuat sebuah lagu berjudul Sullivan. Dapat didengarkan di sini. Dengan lirik mengenang jasa Sullivan bersaudara dan penghiburan bagi kedua orang tua mereka. Lirik lagu Sullivan dapat dilihat di sini.

Untuk menghindari tragedi Sullivan Bersaudara, ditetapkanlah kebijakan Sole Survivor Policy (kebijakan pewaris tunggal) di mana seorang pewaris akan dipulangkan dari medan perang jika semua saudara laki-lakinya telah meninggal dalam peperangan.

Sebuah contoh kasus dari pengaruh Sole Survivor Policy adalah Niland bersaudara. Beberapa hari setelah D-Day (Juni 1944) Frederic Niland dikabarkan bahwa ketiga saudaranya telah meninggal dalam pertempuran yang berarti dialah satu-satunya penerus nama Niland. Frederic Niland lalu dikapalkan ke Inggris sebelum akhirnya dipulangkan ke New York. Kisah Niland bersaudara yang menginspirasi film Saving Private Ryan.

sullivan Saving-Private-Ryan-movie-poster

Poster film Saving Private Ryan

Contoh kasus yang lain adalah Wise bersaudara pada tahun 2011. Jeremy, Ben dan Beau Wise bertugas di perang Afganistan. Jeremy, seorang mantan Navy Seal, tewas terbunuh karena bom bunuh diri di sebuah basis CIA pada 2009. Kemudian, pada 2011, Ben, seorang tentara medis anggota Army Special Forces terluka serius sebelum akhirnya meninggal. Beau lalu dibebaskan dari semua tugas pertempuran dan dipulangkan ke Amerika Serikat.

Gambar utama: Sullivan bersaudara di kapal USS Juneau (dari kiri ke kanan: Joseph, Francis, Albert, Madison dan George)

Sumber: wikipedia

Nona Suwanda juga memiliki kisah perang lainnya:

BALAS DENDAM SEORANG JANDA RUSIA TERHADAP TENTARA NAZI JERMAN

PASUKAN PASTI MATI: KAMIKAZE

KISAH CINTA TERLARANG DI CAMP AUSCHWITZ

Masih banyak kisah Nona Suwanda yang lain di MENU.

Senang gaun dan aksesoris vintage? Cek Valoli Shop.

Lihat GALERI.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s