Vintage Lolita

fashion, lolita, sejarah, vintage

Fashion Lolita menjadi populer sejak awal abad 21 di pusat fashion Jepang, Harajuku. Lolita tidak hanya berakar dari fashion Rococo dari Perancis dan Victorian dari Inggris, tapi juga dari New York Amerika.

Anggun, feminin, lugu, berkelas dan juga manis adalah kesan-kesan yang biasanya berusaha ditunjukkan dalam fashion Lolita.
Pada tahun 1950-an di New York Amerika, muncul sebuah gaya berbusana yang juga berusaha menonjolkan nilai-nilai tadi.

Pada masa itu, perang dunia baru saja usai, dan terjadi peningkatan ekonomi di negara itu. Para pria akhirnya kembali dari perang di seberang lautan, kembali pada istri-istri mereka dan gadis-gadis mereka. Saat perang, sementara para pria memanggul senjata di tanah seberang, para wanita mau tidak mau harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan para pria. Maka, ketika mereka kembali, para wanita mulai memilih sebuah cara berbusana yang amat feminin untuk mengembalikan citra mereka sebagai wanita rumah tangga yang menarik.

Dari situlah muncul gaya berbusana 1950-an, yang sering disebut-sebut karena dipengaruhi gaya ‘New Look’ oleh Christian Dior.

Pinggangnya ketat dengan rok yang lebar, untuk menimbulkan kesan bentuk huruf A yang identik dengan feminitas.

Selain itu, untuk kalangan remaja dengan kesan lebih ceria, warna-warna pastel lebih digemari dengan motif bunga atau polos, yang dapat terlihat pada gaya Sweet Lolita saat ini, namun tetap dengan gaya anggun dan aristokratnya.

1950 14

Fashion 1950-an yang manis dan berkelas

Gaya Classic Lolita pada masa kini pun banyak mengambil inspirasi dari fashion pada masa 1950-an, yang tak jarang disebut-sebut sebagai Old-School Lolita.

1950 15

Dua orang gadis berbincang dalam balutan busana khas 1950-an

Hingga saat ini, yang paling banyak terlihat adalah fashion anak-anak perempuan dari tahun 1950-an yang paling banyak menjadi inspirasi bagi bentuk-bentuk gaun lolita masa kini. Kepolosan dan keluguan seorang gadis cilik amat ditonjolkan dari bentuk-bentuk gaun saat itu.

1950 3

Parasol dan sarung tangan adalah pelengkap yang dominan

Beberapa point penting yang hingga kini diadopsi dalam fashion Lolita dan terinspirasi dari fashion pada masa 1950-an adalah:

  • Bentuk gaun ‘A’
    Itulah mengapa ‘di balik sebuah gaun lolita yang baik, terdapat sebuah rok dalam yang baik’
  • Sarung tangan
    Sarung tangan yang mewakili perbedaan kelas, untuk menonjolkan status aristokrat seseorang
  • Aksesori Rambut
    Aksesori rambut yang memberikan sentuhan akhir yang manis, baik itu pita, bunga, atau sebuah topi berlidah lebar
  • Warna Pastel
    Menonjolkan feminitas dan kepolosan
  • Motif Floral
    Hingga kini, motif floral adalah salah satu motif yang paling banyak digunakan dalam fashion Classic Lolita
  • Kerah
    Pada fashion 1950-an untuk anak-anak, terlihat masih banyak dipengaruhi gaya fashion Inggris pada jaman Victorian, sebuah gaya berbusana yang juga erat dengan fashion Lolita

 

Sumber: Retrowaste.com 

Lihat juga: Miharu Mizukashi, ilustrator Lolita

Nakamura Asumika dan Baby the Stars Shine Bright

Lihat daftar kisah Nona Suwanda di MENU atau lihat galeri

Senang aksesori dan gaun Lolita atau Vintage? Cek Valoli Shop

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s