Tokoh Wanita: Mariya Oktyabrskaya

sejarah, tokoh sejarah

Ada ungkapan bahwa neraka pun kalah dibanding kemarahan seorang wanita. Pasukan Nazi membunuh suami Mariya di dalam perang. Maka Mariya membeli sebuah tank dan menggunakannya untuk membalas dendam pada pasukan Nazi. ‘Hell hath no fury like a woman scorned’

Mariya Oktyabrskaya menikahi suaminya yang seorang tentara Rusia pada 1925 ketika dia berusia 20 tahun. Sejak saat itu Mariya mulai tertarik pada kemiliteran dan terlibat aktif dalam Persatuan Istri Militer dan dilatih sebagai suster militer.

Mariya Oktyabrskaya (1905 - 1944)

Mariya Oktyabrskaya (1905 – 1944)

Ketika perang dunia kedua pecah, suaminya ditugaskan ke Eropa dan Mariya sendiri diungsikan ke Siberia. Suaminya terbunuh oleh pasukan Nazi di dekat Kiev pada Agustus 1941. Barulah dua tahun kemudian Mariya mengetahui hal itu. Saat itu dia berusia 38 tahun.

Mariya kemudian menjual semua harta miliknya, membeli sebuah tank, lalu menyurati Stalin, penguasa Rusia saat itu. Mariya memohon agar dia diijinkan mengemudikan tank itu ke medan perang untuk membalas kematian suaminya pada ‘anjing-anjing fasis’, seperti yang tertulis dalam surat itu.

Stalin melihat itu sebagai sebuah kesempatan untuk publikasi untuk mendorong media demi menaikkan semangat perang. Tidak seperti kebanyak sukarelawan perang, Mariya mendapatkan pelatihan sebagai pengemudi tank selama beberapa bulan. Tank T-34 yang didonasikannya itu diberi nama ‘Kekasih yang Berjuang’. (Eng: Fighting Girlfriend, Rus: Боевая подруга)

Mariya bersama tank nya, 'Fighting Girlfriend'

Mariya bersama tank nya, ‘Fighting Girlfriend’

Ketika dia siap, dia memulai pertempurannya yang pertama dengan mengalahkan 30 tentara Jerman dan sebuah senjata anti-tank. Mariya yang awalnya direndahkan oleh rekan-rekan tentaranya (sebab dipikirnya Mariya hanya hiasan untuk publikasi) akhirnya mendapatkan pengakuan akan kemampuannya. Karena keberaniannya dalam pertempuran (Mariya seringkali keluar dari tank untuk memperbaiki kerusakan meskipun dalam keadaan bahaya, sekalipun itu melanggar perintah) Mariya kemudian dianugerahi pangkat Sersan. Sejak saat itu dia diakui sebagai pengemudi tank yang ahli dan pemberani.

Sayangnya, pada Januari 1944, Mariya terkena pecahan tembakan ketika sekali lagi sedang memperbaiki tank nya. Mariya koma selama dua bulan, dan akhirnya, pada bulan Maret, Mariya meninggal. Setelah kematiannya, Mariya diberikan penghargaan Pahlawan Uni Soviet, penghargaan tertinggi di Uni Soviet bagi keberanian dalam pertempuran.

Sumber: Wikipedia, the vintage news

Suka cerita sejarah? Lihat Juga:

Tragedi Hari St. Valentine

Bunuh Diri Masal di Saipan Jepang

Lihat banyak lagi cerita lainnya di MENU

Senang hal-hal vintage? Cek toko Valoli di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s